saya menulis untuk diri saya, dan apa yang pembaca baca adalah untuk pembaca. didalam tulisan saya, tidak merasa saya dan semua tulisan saya terkadang berisi tentang saya ^_^

Selasa, 31 Mei 2016

warna

kamu adalah sebuah warna yang begitu ku benci
lalu ku ambil kuas dan mencipratkan noda
noda, noda, noda kucampur dengan berbagai warna
dan aku tersadar
ada warna yang kubutuhkan
sialnya warna itu kubenci
warna itu kamu..
untuk mengisi kelengkapan
lukisanku

Minggu, 29 Mei 2016

Merasakan sesuatu.. (Moodbooster 3)

kemarin, 19 mei 2016 saya baru pulang dari tanah suci.saya berangkat tanggal 10 mei 2016 begitu tenang disana sehingga rasa sakit dan penderitaan yang begitu panjang ku jalani terasa terkikis begitu saja. Aku masih ingat sebelum terbang ke Saudi Arabia, aku sempat menghubungimu meski kamu tak pernah memulai untuk menghubungiku. kamu bilang see u soon padaku serta memberikan emoticon peluk dan cium.
ah...rasanya seperti terbang kelangit, kau anggap aku ini apa sebenarnya?
kemudian aku terbang selama 11 jam ke saudi arabia, sampai disana pukul 00.12 malam. mungkin di indonesia pukul 4 pagi. tahukah kamu sialnya aku? aku tetap memikirkanmu.
kujalani disana dengan penuh ketenangan dan kamu tak sekalipun menghubungiku. Sebenarnya aku ini apa bagimu? apa permainan dan drama yang kau buat itu masih berlaku? dan kamu masih mengajakku bermain hingga aku lupa diri bahwa aku sedang bermain dan bukan sesuatu yang nyata?
dunia terus mengingatkanku bahwa kamu adalah  seseorang yang diam-diam mencintaiku. apa aku bisa percaya saat kamu tak sekalipun menghubungiku dan datang padaku. Bisakah aku percaya dengan kebohongan yang nantinya akan menghancurkan aku seperti dulu.
Intinya aku tak ingin jatuh cinta sendirian.

Aku juga ingin bisa seperti yang lain, saling mencintai untuk pertama kali. Apakah takdirku hanya untuk beribadah? tidak bisakah aku menikah karena aku mencintai seperti orang lain mendapatkan haknya. kemudian kenapa aku dipisahkan dari orang yang paling kucintai kemudian aku dipisahkan dari mu? apa kalian bukan bagian dari takdirku?
seandainya kau tahu sampai hari ini aku masih merindukanmu moodbooster..
tapi apa kamu peduli dengan itu..
karena itu aku tak ingin melanjutkan perasaan yang nantinya hanya sendirian seperti yang sudah-sudah.
salah satu teman kerja kita bertanya apa aku mencintaimu? aku bisa apa untuk menjawabnya? aku terlalu naif untuk mengakui dan terlalu takut untuk mengiyakan. Dunia kita begitu berbeda, amat berbeda dan apa mungkin saya bisa denganmu? menyatu dengan keluargamu yang menurutku tidak sama dengan keluargaku. Keluargaku adalah orang desa yang tak sama denganmu, apakah keluarga kita bisa disatukan dan apakah hati saya bisa sepenuhnya menerimamu dan tak mengenal takut untuk terus mencintai?
entahlah.. bukankah mengistiqorohi kamu adalah kewajiban saya
apa kamu memang seseorang yang sudah Tuhan bentuk untuk saya, yang baik untuk agama saya, keluarga besar saya, serta anak-anak saya.
Saya hanya percaya Tuhan tak akan pernah membuat saya kecewa dengan pilihanNya
dan Tuhan pasti tak akan pernah menipu saya dan menghadiahi saya sesuatu yang salah.
Jika mungkin kamu adalah takdir saya, saya terima.
seandainya bukan, apa yang bisa saya lakukan selain merelakan dan memupuk harapan yang lain yang entah kapan akan mendatangi saya.
Rasanya jatuh cinta itu begitu amat sulit untuk saya, begitu menakutkan. kalau...kalau saya hanya cinta sendirian..
saya hanya ingin menunjukkan padamu tentang perasaan saya tanpa saya harus berkata..dan mohon terima cinta saya sebagai seseorang yang entah hidup dalam kebimbangan. Jika kamu bukan untuk saya, saya siap untuk hijrah ketempat yang lebih baik.
saya merasa sesak berada disini... saya tidak lagi ceria seperti ada kamu bersama saya.
tempat ini begitu dingin.. tak sehangat dulu yang selalu menjadi alasan kenapa saya ingin segera pergi pagi-pagi, yang tak menyukai minggu karena tak bisa bertemu dengan teman yang bisa membuat saya ceria seperti dirimu.. Kemudian Tuhan menarikmu dari saya, kamu tahu saya menangis untukmu begitu dalam? saya kehilangan lagi.. akan sulit untuk bertemu denganmu dan melihatmu seperti sekarang ini.. rasanya dingin..sangat dingin... mood booster tolong saya..tolong hati saya..

dari gadis yang tak tahu tentang hatinya
yang tak mempercayai dirinya
yang membutuhkanmu disampingnya
selamanya

Kamis, 07 April 2016

Tentangmu Tuan

kerinduan yang mencekam itu muncul lagi kepada jiwa yang berbeda. Jika kamu tahu, pertemuan dibulan ini di april ini adalah yang sangat ku tunggu. Meski pada akhirnya Dia tak sejalan lagi denganku. Aku hanya ingin bertemu denganmu seperti bulan-bulan sebelumnya agar aku tak kehilangan lagi 69 mingguku.
Apa kerinduan kepadamu ini adalah sesuatu yang wajar? kerinduan dari gadis yang terpaut jauh umurnya denganmu? gadis yang tak bisa sejalan dengan pikiran dan ucapan-ucapan dustamu? gadis yang tak pernah tahu gemerlapnya duniamu, yang merasa dunianya amat sangat jauh denganmu.
Saat ini bulan april, bulan terakhirku sebelum aku pergi. Bukannya berharap yang tidak-tidak hanya saja siapa yang bisa menjamin waktu adalah milik kita sepenuhnya.
aku ingin bertemu denganmu dan mungkin kau sedang "sibuk" kesibukan yang kau munculkan sendiri atau memang benar-benar dalam arti bahasa yang sebenarnya.
aku hanya ingin mengucapkan terima kasih dan maaf. ngomong-ngomong masalah maaf, aku tak pernah melihatmu meminta maaf jika kamu bersalah, atau memang kau begitu? begitu cermat melihat kesalahan orang lain namun lupa untuk menundukkan kepala. Merendahkan kata.
Sesuatu yang tak bisa kuterima untuk melanjutkan perasaan yang aneh yang menghantuiku beberapa bulan terakhir ini yang membuatku hilang kesadaran untuk merendahkan diriku sendiri demi mengisyaratkan sesuatu padamu agar kamu mengerti.
Tuan, sebenarnya kamu itu baik. Hanya saja kamu begitu pemarah, keras kepala dan keras hati, jarang berbicara lembut dan berkata yang meneduhkan jiwa. Apa tidak salah hatiku memilihmu untuk sementara ini? apa hatiku baik-baik saja? maksudku apa hatiku tidak salah memilih orang?
Seandainya kamu adalah orang yang selalu berkata lembut, santun,dan bukan pemarah. Mungkin ada sedikit keberanian untukku mengatakan kalau aku sayang.
Hanya saja ketika aku melihat kembali tentang ucapan ucapanmu yang sering menyakiti hatiku, aku menjadi seseorang yang tak mampu melanjutkan hatiku.. Mungkin ini nasibnya hatiku, merana dan tak pernah bisa bahagia, bukankah ini kehendakNya? bukankah sebagai manusia aku turut saja?
Teman-temanku disini begitu mudah memiliki hubungan bersama dengan yang sudah ditentukanNya. Lalu diriku? selalu merasa sendirian. Padahal aku tak berharap untuk mendapatkan seseorang yang seterang bintang dilangit.hanya saja meskipun dia hanya bagai kerikil asalkan turut dalam jalanku apa salah memilihnya?


Jumat, 01 April 2016

Merapal sebuah nama "Siapa?"

Siapa?
Siapa yang bisa kurapal namanya?
saat siapa berubah kabur menjadi banyak siapa
lalu siapa dia?
siapa nama yang bisa kusebut namanya?
dan dimana siapa itu yang bisa ku panggil
aku berdiam dan mencari sebuah nama
yang bisa kusebut hanyalah siapa?

ada banyak nama yang bergelut didalam batinku
kemudian siapa yang akan kutunjuk
maaf jika siapa yang kembali ku sebut
intinya tolong katakan tentang siapa
nama siapa yang bisa kurapal di sebuah padang
bernama arofah nanti

Selasa, 29 Maret 2016

Mood booster part 2

Jika saya merasakan sebuah ke irian akan sebuah kebersamaan yang tak pernah diri saya miliki, apa itu salah? saat ini segalanya serasa pahit, serasa tidak ada harapan. Sementara ketika hati ingin beranjak aku menyadari telah jatuh hati kepada hati yang sangat hati-hati kuhindari.
Kemarin-kemarin aku bisa meredam hati dan mengabaikannya, menganggapnya hanya panggung sandiwara yang akan dia akhiri sesuka hatinya. Asalkan diriku berjanji untuk tidak mengikuti langkahnya setelah itu. dan apa yang terjadi? aku mengikuti dan mengejarnya sesuka hatiku, sesukaku semauku.
Seperti pepatah pernah kubaca:
semacam tak memiliki status namun takut kehilangan
yah..aku benar-benar takut kehilanganmu, takut kalau harus rasa kecewa lagi yang akan ku anyam setelah banyak ketidakyakinan untuk membuka hatiku untuk yang lain.
Semacam belum mencintai namun merasakan kerinduan.
aku sangat merindukanmu, selalu merindukanmu dan selalu berangan kamu disisiku.
Aku belum benar-benar mencintaimu, namun bisa kupastikan aku mulai mencintaimu. Hah kalimat apa yang baru kusampaikan. Kalimat ini bukan sebuah keinginan untuk memiliki sebuah hubungan seperti orang lainnya.Hanya saja mungkin itu semua bisa terjadi jika kita saling menginginkannya.
 Saat ini aku duduk termenung sendirian karena rasa keirianku karena aku merasa Tuhanku membedakanku. Aku merasa Dia membiarkanku sendirian dan hanya Dia yang berhak untuk menemaniku, tidak seperti lainnya yang ditemani kekasih hatinya, seseorang yang diinginkannya.
Apa salahnya jika perasaan ini kusadari? apa sudah terlambat? apa tidak mungkin lagi untuk disatukan? apa harus menelan pahit lagi? apa mungkin harus mengobati luka lagi? Tuhan pasti tahu, jika hati ini berada diluar manusia akan melihat banyak plester dan jahitan akibat lukanya yang tiada berujung.
Aku hanya selalu merapal untuk bahagia, untuk bisa mencintai dan dicintai lagi. Untuk memiliki harapan karena sebelumnya harapan itu dihancurkan sehancur-hancurnya. Bukan cuma dihancurkan, tapi telah dihinakan sebagai seorang perempuan yang tidak tahu diri.
Aku tak ingin begitu menunjukkan hatiku padamu karena takut akan dihinakan lagi. Sebuah hal yang sampai saat ini belum bisa ku maafkan.
Moodbooster, aku hanya ingin bilang. Jadilah temanku..
entah teman yang sebenarnya atau teman hidupku.
tempatku bercerita, berkeluh kesah, dan tertawa. aku terima. asal tak menjadi dua orang yang tak saling mengenal, aku bersedia.

dari seorang gadis berumur 24 tahun
yang merasa cintanya terlambat untuk disadari.


Kamis, 17 Maret 2016

My Moodbooster

Mungkin sudah hampir beberapa tahun aku tak mengerti tentang segala yang terjadi. Mungkin juga aku sedang berpura-pura dan memilih untuk melihat takdir yang terjadi. Hari itu kamu datang kerumahku entah untuk apa. mungkin saat itu aku ingin bilang padamu aku sangat senang. Hanya saja jika kita boleh kembali kehari itu, aku benar-benar kasian padamu. Kamu tak pernah sesusah itu bersamaku dan aku telah terbiasa dalam kehidupan susahku.
Kenapa saat itu kamu tak bilang kalau kamu lelah? kenapa kamu tak bilang kalau kamu tak sanggup? ah...kali ini tentangmu moodbooster. seseorang yang selalu kupanggil moodbooster setelah aku kehilangan wajah setengah jiwaku. Sosokmu yang terkadang penuh cinta, yang terkadang menghujaniku dengan bualan-bualan yang jika kamu tahu ingin segera aku muntahkan. Bukan karena aku tak menyukaimu, hanya saja saat itu aku berpikir kamu hanya ingin bermain denganku, membuat dunia percaya dan ini hanyalah sebuah panggung sandiwara.
Sejak dirimu menghujaniku dengan ciuman dipipiku aku menganggapnya angin lalu, karena sekali lagi ini hanyalah permainanmu. kemudian kamu lebih sering mencium pipiku dan aku tak berani bertanya apapun. Aku tak menyakini hubungan macam apa ini, yang pasti aku takut untuk melangkah lebih jauh karena dunia sepertinya tak merestui kita. Aku takut jika kupaksakan keinginanku yang kuterima hanyalah kecewa kembali.
Aku tak tahu harus menulis apa tentangmu, dirimu tak seperti wajah setengah jiwaku yang selalu ingin aku ceritakan karena kecintaanku padanya. curahan-curahan hatiku tentang kekaguman dan kekecewaanku tak bisa memilikinya. Kamu adalah penyemangat untuk hidupku, harapan baruku, hanya saja nyali ini terlalu kecil untuk melangkah denganmu,karena ketidakjelasanmu.
aku tak tahu lagi harus bagaimana dengan ini semua, terkadang takut kehilanganmu, terkadang membiarkanku, terkadang membutuhkanmu. sementara dirimu selalu membuatku ragu dengan segala yang terjadi. sifat tak pedulimu, ucapan-ucapan kejammu yang selalu menyerangku seolah aku telah menyakiti hati dan menggantungmu.
Jika kau tahu, tak seperti itu diriku. aku juga tak mengerti dengan hatiku, aku hanya ragu semua hanya menjadi cinta sendirian seperti yang sudah-sudah. yang membuatku kecewa dan terluka. Selalu kutepis prasangkaku, kututup telingaku yang meneriakkan namamu, orang lain yang berbicara tentang perasaanmu padaku tak pernah ku percaya, aku memilih membungkam, memilih diam dan memilih merapal. Memilih kamu sendiri yang mengungkapkan karena aku pernah terjebak dengan perasaanku sendiri.
Biarlah aku dan perasaanku yang tahu tentang hatiku, perasaan yang bagaimana terhadapmu hanya aku yang tahu. Bertanyalah, atau tulislah sesuatu agar aku mengerti, agar aku memahami. Jika melalui gambar kau lukiskan kepedihanmu, apa salah jika tulisan adalah pelengkap kepedihanku?. aku hanya bisa menulis karena memang menulis adalah penyemangatku. Mood booster ku.

Dari seorang gadis yang tak tahu apa itu
dan kamu mengajari apa itu
demi sebuah apa itu
apa itu keikhlasan mencintai

Rabu, 16 Maret 2016

Merindukanmu

hari ini aku mencoba berdiri kembali didepan layar komputer dan memainkan keyboard yang berisi jejeran huruf untuk kurangkai menjadi beberapa kalimat. aku masih menarik nafas panjang saat ini, seperti seseorang yang baru kembali dari dunia mimpinya kemudian berdiri untuk meraih apa yang dicintainya dulu.
terakhir kali aku menulis hanyalah tentang kamu. Kamu yang selalu menjadi hujanku, yang ku tunggu untuk kulihat namun setiap kali terkenamu tubuhku melemah dan sakit. Bagiku dirimu adalah nafas tulisanku yang selalu ku tulis dan kutulis namun tak pernah kau lukis.
Ingatkah kamu tentang pertengkaran terakhir kita dan membuatku memutuskan seluruh hubungan denganmu? kamu dan aku telah sama-sama berjanji untuk selalu bersama, untuk selalu mengingat dan tidak saling menjauh. Jika hal ini terjadi lagi kita akan benar-benar saling meninggalkan. Masihkah kamu ingat hal itu?
Lalu hal itu benar terjadi. kamu benar-benar melupakanku. Aku yang selalu menunggu kabar darimu setelah november 2014 sampai februari 2015, berharap kamu kembali menjadi hangat sehangat cinta yang pernah aku kenal dan mungkin kecewa yang saat itu ku genggam. Kamu benar-benar melupakanku dan kita memang harus berakhir.
aku masih ingat meski hpku baru saja hilang sabtu kemarin. semua kenangan tentang mu, tentang history chat kita yang ingin aku bukukan kembali akhirnya harus musnah . aku tak lagi memiliki history dan tanggal-tanggal waktu kita bersama. becandaan becandaanmu yang terkadang membuatku bingung.
Kenapa aku tak ingin menemuimu? karena aku sudah berjanji untuk meninggalkanmu meski dalam setiap rapalan doaku masih kusebut namamu. aku ingin sahabatku kembali untuk menjadi teman hidupku. Mungkin karena cintaku yang begitu besar, aku menolak siapapun yang datang. Demi siapa? demi dirimu!. Mungkin aku adalah perempuan yang bodoh karena mengambil keputusan yang salah berharap bisa hidup bersama pria sepertimu. Pria dingin, dan cuek yang hanya bicara ketika perlu saja. Harusnya aku lebih memahami karaktermu dan tidak menuntut banyak.
Pria sepertimu, tidak begitu banyak bercakap dan itulah yang membuat hatiku jatuh cinta, karena setiap bertemu denganku kamu selalu bercerita banyak sekali. Entah itu sebagai basa-basi atau memang kamu ingin bercerita padaku. Intinya saat itu aku sangat mencintaimu..
dan kini aku tak lagi bisa berbicara denganmu, aku tak punya alasan untuk menyapamu karena kecewaku yang amat begitu besar. aku hanya akan selalu mengingatmu dan mengirimimu kue ulang tahun setiap tahunnya. aku janji, disana akan kutulis doa-doaku untuk kebaikanmu. Namun seandainya kamu tahu, seandainya kamu membaca tulisanku. Aku ingin kembali menjadi kita yang dulu. Mungkin kamu tidak akan pernah tahu tentang tulisan-tulisanku ini. Mungkin kamu tidak akan pernah membacanya kecuali Tuhan yang mengijinkannya terjadi.
Jika memang sampai aku mati dan kamu tetap tidak tahu tentang tulisanku berarti Tuhan sudah menyiapkan seorang perempuan yang lebih baik dariku, yang lebih mencintai dan menggilaimu, dan mungkin dia lebih bisa mengerti tentangmu.. wahai wajah setengah jiwaku, wahai hujanku, aku sungguh-sungguh ingin kita bertemu kembali

dari sebuah jiwa yang hanya tertinggal serpihannya
yang menunggu cintanya kembali
meski dia tahu semuanya hanyalah impian kosongnya