Bumi mengatakan padaku untuk mencintai
Langit memintaku untuk tidak berkelit
Angin mengharapkan diriku untuk bertahan
Petir mendoakan aku untuk tidak larut dalam rasa getir
Musim akan selalu mengubahku untuk tidak berfikir minim
Segalanya mengharap untuk kuat
Mencermintak diri untuk bertekad
Menatap persoalan dengan lekat-lekat
dan mempersiapkan hati untuk merapat
dalam harap doa dengan tangan mengadah dan melipat
Pagi menggerakkanku untuk berdiri
Siang mempersiapkanku untuk perang
dan malam mengajakku tenggelam
Kesemuanya bersatu didalam bumi
Menyebar dalam dan luar inti
Tidak hanya disana tapi juga disini
akan tetap dibagi walau hanya ini
diaryku, impianku, kegiatanku, hidupku, cerita tentang mu, atau cerita tentang sesuatu yang dikhayalkan. tidak semua dicerita adalah tentangku, dan tidak disemua cerita adalah tidak tentangku
Senin, 14 Januari 2013
Jumat, 04 Januari 2013
12-12-2012 whaatt happen??
Hari.., masih menunjukkan aroma yang biasa, balutan parfum waktu bahkan ukiran pena Tuhan terasa masih sama. tanggal 12 Desember 2012, hari yang menurut orang "sesuatu", hadooh.. kenapa semua berfikir itu tanggal menarik? apa karena semua kembar? apa kembar itu adalah sesuatu yang menarik dan tidak biasa? bagiku tanggal itu tidak akan pernah menjadi istimewa ketika aku tidak memiliki "kisah" tentang cinta pada hari itu (egoiisss guee).
tetapi hari itu adalah hari ulang tahun sodara gendeng ku "Desi Wandira". ^^. kasian selalu tak sakiti dengan egoisnya aku. sedikit cerita tentangnya. dia benar-benar mengilhami kehidupanku..perjalanan bahkan kesakitan-kesakitanku. Dia Kuat..!! dan aku ingin sekuat dia menjalani hidup.
lahir dari keluarga broken home tidak membuatnya lemah menjalani hidup, dia malah memacu diri untuk terus belajar, bersekolah, hingga mendapat beasiswa kuliah di Universitas Negeri Malang. good job,,!!. Untuk masalah cinta, dia jagonya.., selalu berharap..berharap dan mencoba. selalu mencintai, dan terhianati tanpa pernah berkhianat (Sekali-sekali berhianat o genti po'o ndeng).
dia tetap kuat..kuat dan kuat.. bahkan masih bisa tertawa. aku saja yang hanya memiliki permasalahan kecil tentang cinta, selalu merasa lemah dan menderita (cengeng.!!) selalu itu yang aku tegaskan pada diriku. aku harus kuat, menjadi seseorang yang lebih berani melangkah.
oh iya..belum tak lanjutkan, selepas kuliah. Aku bersama teman-teman pongo menggelar siasat untuk menjebloskan dia dalam lembah kenistaan (haa..haa..) tepatnya jam 9 pagi, kami langsung berduyun-duyun menuju belakang D1 gedung kampus kami. aku dengan sergap menahan jalannya, anggis yang langsung mengambil tasnya, dita yang memegang tas, ninuk dan liun yang diam mematung (kurang kerjaan). noven, hengky, agung, dan irwan yang langsung ambil ancang-ancang untuk mengikatnya dibawah pohon.
haihhh...dasar payah cowok berempat itu (hehe piissss) masa mengikat satu cewek aja butuh waktu 3 menit?? kelamaan. oke.. tali-menali telah sempurna.. noven yang memulai langkah duluan untuk mengambil telur dan PPAKKK..!! tepat diatas jidattt... :)
dita yang langsung maju.. menabur tepung terigu..untuk mempercantik penampilannya..haha.., aku maju mengambil telur dan menghantap tepat di ubun2 kepalanya dan anggiss juga. eh..agung..kemana agung.. agung pergi ketoilt D2 mengambil gayung berisi air..sebagai sentuhan terakhir.. makkk byuurrr
wkkkwkkwkwkk.. puas-puas....
inilah yang namanya BAHAGIA DIATAS PENDERITAAN SAHABAT.. topp ceerrr..
oke buat desi wandira.. selamat ulang tahun. ini akan jadi kenangan yang tak terlupakan selama kita kuliah bersama..
tetapi hari itu adalah hari ulang tahun sodara gendeng ku "Desi Wandira". ^^. kasian selalu tak sakiti dengan egoisnya aku. sedikit cerita tentangnya. dia benar-benar mengilhami kehidupanku..perjalanan bahkan kesakitan-kesakitanku. Dia Kuat..!! dan aku ingin sekuat dia menjalani hidup.
lahir dari keluarga broken home tidak membuatnya lemah menjalani hidup, dia malah memacu diri untuk terus belajar, bersekolah, hingga mendapat beasiswa kuliah di Universitas Negeri Malang. good job,,!!. Untuk masalah cinta, dia jagonya.., selalu berharap..berharap dan mencoba. selalu mencintai, dan terhianati tanpa pernah berkhianat (Sekali-sekali berhianat o genti po'o ndeng).
dia tetap kuat..kuat dan kuat.. bahkan masih bisa tertawa. aku saja yang hanya memiliki permasalahan kecil tentang cinta, selalu merasa lemah dan menderita (cengeng.!!) selalu itu yang aku tegaskan pada diriku. aku harus kuat, menjadi seseorang yang lebih berani melangkah.
oh iya..belum tak lanjutkan, selepas kuliah. Aku bersama teman-teman pongo menggelar siasat untuk menjebloskan dia dalam lembah kenistaan (haa..haa..) tepatnya jam 9 pagi, kami langsung berduyun-duyun menuju belakang D1 gedung kampus kami. aku dengan sergap menahan jalannya, anggis yang langsung mengambil tasnya, dita yang memegang tas, ninuk dan liun yang diam mematung (kurang kerjaan). noven, hengky, agung, dan irwan yang langsung ambil ancang-ancang untuk mengikatnya dibawah pohon.
haihhh...dasar payah cowok berempat itu (hehe piissss) masa mengikat satu cewek aja butuh waktu 3 menit?? kelamaan. oke.. tali-menali telah sempurna.. noven yang memulai langkah duluan untuk mengambil telur dan PPAKKK..!! tepat diatas jidattt... :)
dita yang langsung maju.. menabur tepung terigu..untuk mempercantik penampilannya..haha.., aku maju mengambil telur dan menghantap tepat di ubun2 kepalanya dan anggiss juga. eh..agung..kemana agung.. agung pergi ketoilt D2 mengambil gayung berisi air..sebagai sentuhan terakhir.. makkk byuurrr
wkkkwkkwkwkk.. puas-puas....
inilah yang namanya BAHAGIA DIATAS PENDERITAAN SAHABAT.. topp ceerrr..
oke buat desi wandira.. selamat ulang tahun. ini akan jadi kenangan yang tak terlupakan selama kita kuliah bersama..
Elegi
aku yang hanya bagai angin masa lalu
masih mematung diam dalam jalan buntu
menapaki waktu yang tiada menentu
walau aku tahu
segala yang aku fikir hanyalah semu
ini tentang kamu
ini tentang aku
kamu..aku
kita
semua yang membekas aku tunggu
kenangan dan catatan-catatan kebahagiaan itu
berderet-deret melintas dalam memoriku
ini semua hanya rasa elegi
yang suatu saat mencapai titik bifurkasi
diam disini.. sendiri
melihatmu berlari dan pergi..
masih mematung diam dalam jalan buntu
menapaki waktu yang tiada menentu
walau aku tahu
segala yang aku fikir hanyalah semu
ini tentang kamu
ini tentang aku
kamu..aku
kita
semua yang membekas aku tunggu
kenangan dan catatan-catatan kebahagiaan itu
berderet-deret melintas dalam memoriku
ini semua hanya rasa elegi
yang suatu saat mencapai titik bifurkasi
diam disini.. sendiri
melihatmu berlari dan pergi..
Rabu, 02 Januari 2013
cinta memang ALAYY..^^
seperti apakah cinta itu? hanyakah rasa yang datang dan mampu melangitkan hati sampai benar-benar keatas. atau rasa yang hanya sanggup menjatuhkan sedalam-dalamnya kubangan penuh lumpur. ataukah hanya sebuah rasa yang "abstrak" yang kehadirannya sulit untuk diprediksi dan ditembus oleh sang waktu.
benarkah cinta itu alay? menurut sebagian makhluk yang over jealous mengatakan "iya". butakah mereka dengan namanya rasa, atau mungkin mereka tak pernah berselimutkan cinta.
cinta itu memang alay, kalau tak alay tak mungkin bernama cinta. dimana saat mendengar suaranya, seolah kita manusia paling beruntung, paling bahagia, paling kaya, dan paling sempurna. dimana saat dia memberikan harapan seolah langit berwarna, dan bahagia terasa digenggaman.
dan dimana yang tercinta bersikap "tak acuh" seolah langit melemparkan kita dari surganya dan menjatuhkan kita kedalam sumur kegelapan, dimana tak lagi ada suaranya seolah lumpuh telinga kita, hilang akal sehat dan jatuh, serta sakit yang mendalam.
cinta memang alay.. dimana ketika bertemu, bertatap muka dengannya itulah keberuntungan yang maha dahsyat. maha segala diatas segala.
cinta memang alay, disaat dia sakit, kitalah yang menjadi beban kesakitan tubuhnya, rasanya ingin rasa sakit itu dibagi berdua agar bersama-sama satu rasa dalam satu waktu.
cinta itu memang alay-dan alay, saat dia berjingkrak-jingkrak bahagia, entah kenapa kebahagiaan kita melebihi dari apa yang dia rasakan. melihat senyum yang merekah, menyimpulkan harapan-harapan baru membuat kita kembali hidup, dan serasa mampu hidup ratusan tahun lagi.
cinta memang alay, ketika dia perlahan menghilang, jiwa raga ini terasa kosong, perih, sesak dan tidak bermakna kembali. waktu terasa terhenti serta tiada harapan lagi.
tapi cinta tidak pernah alay dalam janji, cinta hanya menjalani semua hidup dengan apa adanya. menjaga penuh dengan rasa kesucian dan pertanggung jawaban, dan cinta hanya menjaga sepasang jiwa yang benar-benar tulus dalam genggamannya, dan cinta akan selalu hadir untuk mereka yang berupaya dan berharap
dan rasa cinta itu haruslah dikatakan. janganlah kita berpikir "jawaban apa", tapi berpikir "tentang apa yang aku katakah adalah kesungguhanku". jika yang tercinta berlaku diam , maka cinta lah yang akan menjawabnya dengan caranya sendiri. karena cinta selalu punya cara dalam mengisyaratkan RASA..
benarkah cinta itu alay? menurut sebagian makhluk yang over jealous mengatakan "iya". butakah mereka dengan namanya rasa, atau mungkin mereka tak pernah berselimutkan cinta.
cinta itu memang alay, kalau tak alay tak mungkin bernama cinta. dimana saat mendengar suaranya, seolah kita manusia paling beruntung, paling bahagia, paling kaya, dan paling sempurna. dimana saat dia memberikan harapan seolah langit berwarna, dan bahagia terasa digenggaman.
dan dimana yang tercinta bersikap "tak acuh" seolah langit melemparkan kita dari surganya dan menjatuhkan kita kedalam sumur kegelapan, dimana tak lagi ada suaranya seolah lumpuh telinga kita, hilang akal sehat dan jatuh, serta sakit yang mendalam.
cinta memang alay.. dimana ketika bertemu, bertatap muka dengannya itulah keberuntungan yang maha dahsyat. maha segala diatas segala.
cinta memang alay, disaat dia sakit, kitalah yang menjadi beban kesakitan tubuhnya, rasanya ingin rasa sakit itu dibagi berdua agar bersama-sama satu rasa dalam satu waktu.
cinta itu memang alay-dan alay, saat dia berjingkrak-jingkrak bahagia, entah kenapa kebahagiaan kita melebihi dari apa yang dia rasakan. melihat senyum yang merekah, menyimpulkan harapan-harapan baru membuat kita kembali hidup, dan serasa mampu hidup ratusan tahun lagi.
cinta memang alay, ketika dia perlahan menghilang, jiwa raga ini terasa kosong, perih, sesak dan tidak bermakna kembali. waktu terasa terhenti serta tiada harapan lagi.
tapi cinta tidak pernah alay dalam janji, cinta hanya menjalani semua hidup dengan apa adanya. menjaga penuh dengan rasa kesucian dan pertanggung jawaban, dan cinta hanya menjaga sepasang jiwa yang benar-benar tulus dalam genggamannya, dan cinta akan selalu hadir untuk mereka yang berupaya dan berharap
dan rasa cinta itu haruslah dikatakan. janganlah kita berpikir "jawaban apa", tapi berpikir "tentang apa yang aku katakah adalah kesungguhanku". jika yang tercinta berlaku diam , maka cinta lah yang akan menjawabnya dengan caranya sendiri. karena cinta selalu punya cara dalam mengisyaratkan RASA..
Rabu, 05 Desember 2012
aku kamu satu
Inilah aku yang berteman temaram waktu
dan inilah aku yang berdiri diujung rindu
dan inilah aku yang mematung diam diselembar haru
begitu indah rasa ini menikamku
begitu mudah cinta ini membunuhku
dan begitu cepat ia menarik nafasku
aku yang tenggelam karena rindu
yang haus karena kamu
dan yang hampir mati karena sikap lahirmu
syahdu..
rindu..
menjadi satu..
dihati..
antara aku dan kamu..
Selasa, 13 November 2012
paraphase
Kejadian beberapan minggu belakangan ini benar-benar
membuatku lemah. Sontak ingin marah tapi
aku tak diindahkan. Ingin mencaci, tapi dihiraukan. Muncul dan berdiri,
tapi dianggap telah tiada. Hanya airmata yang kini menjadi teman setiaku dalam
sepi, dalam kegelapan malam ketika semuanya terlelap dengan mimpi indahnya. Aku
terpaku. Menatap kekosongan hati, menatap kehidupanku yang teramat sulit. Ku kira
diri ini akan dihantarkan pada gerbang kebahagiaan, namun belum sampai pada
tujuan genggaman telah dilepaskan dan aku kini dipersimpangan yang amat
menyedihkan.
Aku tak mengerti dengan jalan yang digariskan Tuhan. Kenapa berkelok-kelok?
Kenapa terjal? Kenapa jalan penuh dengan bebatuan yang tiada habis ujungnya. Menelan
kecewa. Itulah ungkapan dari hatiku yang kini merasa sakit. Kemana senyum itu? Mengapa
hilang? Mengapa pergi tanpa pamit.
“
apapun yang terjadi jangan pergi “ pintaku padanya.
“
gaklah, aku gak kemana-mana” jawabnya entah itu sunguh-sungguh atau hanyalah
hiburan semata, yang terpenting kini dirinya pergi dengan alasan yang tak masuk
akal.
Aku tersadar dari tidur panjangku, terhimpit pada satu
perasaan yaitu rindu. Tapi rindu ini benar-benar tak berarti ketika hanya
rentetan maaf berjejer tanpa makna, tanpa hati. Ya sudahlah.
“
kenapa diam? Apa salahku?” tanyaku
“ gak
ada yang bersalah, keadaanlah yang salah” jawabnya.
Aku hanya
menggelengkan kepala tak mengerti.
“ aku
ingin sendiri “ tambahnya.
“
begitukah? Mungkin disini aku hanya pengganggu hidupmu, aku pergi” ucapku.
Diapun beranjak
pergi mendahuluiku. Pergi dengan segala pertanyaan yang tidak aku ketahui
jawabannya. Tuhan, jangan siksa hatiku. Tuhan aku merindukannya.Dialah teman
yang menemaniku kini, jangan buat dia berubah Tuhan. Jangan ada kata
perpisahan, karena sesungguhnya hal yang paling aku takutkan dihidup ini
bukanlah kematian, tapi sebuah perpisahan.
Semua orang boleh berpikir dengan imajinasi mereka tentang
aku dan dia. Tetapi sungguh, aku dan diriku tidak berpikir tentang hal yang
lebih dari sebuah persahabatan, andai tidak bersahabat bolehlah untuk berteman
atau sekedar saling mengenal. Karena ketika impianku terlalu tinggi dan ini
semua berakhir tidak seperti harapan, maka segalanya akan melukai dan
meninggalkan luka yang membekas dalam.
Aaku hanya bisa
mengucap dalam hati dan berharap kamu kembali seperti dahulu, cukup menemaniku
dan aku akan amat berterima kasih. Dari aku yang merindukanmu…
Rabu, 07 November 2012
kekasih hitungan detik (part 5)
Sore itu,langit tak bergitu
cerah. Namun, enggan untuk turun hujan. Hanya atmosfir udara berubah sejuk
disertai angin yang menenangkan. Hanya beberapa detik panorama itu berlangsung
segalanya hilang ketika langkah kaki terburu-buru mendekat. Nafasnya terengah-engah.
Ada rasa tak suka menyeruak dibalik hatiku, panas, membara.
dia datang dan meraih tanganku begitu saja seolah ia mengenalku sangat lama.
" ayo pulang!!" ajaknya sambil meraih tanganku. namun belum sempat menyentuh aku menghindarkan.
“ cukup‼” bentakku. Ku pandang
nanar wajahnya. Rasa marah, muak jadi satu dalam perasaanku. Tak habis kupikir
apa maunya.
“ apa aku salah?” tanyanya
merendah.
Aku berbalik arah mendekat dan
menatap dengan sorot tajam seperti singa yang ingin menerkam mangsa.
“ kamu tidak salah. Tapi kedatanganmu yang
tidak beralasan, yang memuakkanku.”
“ beri aku kesempatan untuk
menjagamu” pintanya
“ buat apa? Kamu siapa? Tahu namamu
saja tidak, sok mau menjagaku‼” tolakku
“ aku belum bisa mengatakan
alasannya saat ini. Namun ijinkan aku menjagamu.” Jawabnya
“stupid‼ siapa namamu?”
“ ATA. Panggil aku Ata.”
“ akuu…”
“ tania”
“ bagaimana kau tahu namaku?”
“ aku tahu segalanya tentangmu,,
segalanya” jawabnya beranjak pergi. Sementara ia membiarkanku berdiri terpaku,
bertanya-tanya dengan semuanya.
Langganan:
Postingan (Atom)

