saya menulis untuk diri saya, dan apa yang pembaca baca adalah untuk pembaca. didalam tulisan saya, tidak merasa saya dan semua tulisan saya terkadang berisi tentang saya ^_^

Selasa, 13 Juni 2017

SAMBUTAN KAKAK KELAS


Assalamualaikum Wr.Wb
Yang terhormat Ibu Kepala SLB YPAC Malang
Yang terhormat Bapak /Ibu SLB YPAC Malang
Serta teman teman yang saya cintai dan saya sayangi
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah  SWT., karena atas berkat, rahmat, hidayah, dan inayahNya kita diberi kesehatan lahir batin sehingga kita dapat berkumpul dalam acara wisuda siswa siswi SLB YPAC Malang
Saya perwakilan sebagai kakak kelas, akan menyampaikan beberapa hal. Pertama, saya mewakili seluruh angkatan mulai dari TKLB,SDLB dan SMPLB mengucapakan ribuan terima kasih kepada Bapak dan Ibu guru, yang telah sepenuh hati mendidik dan mengajari kami berbagai macam pengetahuan. Tidak hanya dalam pengetahuan tetapi juga mendidik kami bagaimana kami selalu ingat pada Allah, bagaimana kami harus disiplin, bertanggung jawab, dan siap menghadapi kehidupan setelah keluar dari sekolah ini.
Kembali mengenang, memandang kembali masa-masa terindah di sini. Tiga tahun kami menempuh ilmu di sini, banyak sekali pengalaman yang kami dapatkan. Selama itu pula, kami juga pernah membuat Bapak dan Ibu guru sedih, kesal, dan marah karena kenakalan kami. Dengan ini kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Kedua, untuk teman-teman bersama-sama kita telah berjuang untuk menempuh ilmu serta mendapatkan berbagai pengalaman di SLB kita tercinta ini. Ada tangis, tawa dan canda. Tentu perpisahan ini janganlah kita lewati dengan sedih, tetapi justru dengan semangat kebahagiaan. Setelah ini, perjuangan kita masih baru dimulai. Teman-teman yang melanjutkan ke SDLB, SMPLB atau SMALB saya harap tetap memegang nama baik Sekolah kita di manapun berada.
Ketiga, untuk adik-adikku, perjuangan kalian belum berakhir, pesan kami, teruslah belajar, belajar dan belajar. Galilah lebih banyak pengalaman. Jadilah siswa siswi yang lebih baik dari pada kami, dan ukirlah lebih banyak prestasi baik akademik atau nonakademik. Terima kasih karena kalian telah menemani kami berjuang di SLB YPAC ini. Mohon maaf jika kami pernah berbuat salah pada adik-adik semua.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan, bila ada kesalahan dalam perkataan saya mulai awal sampai akhir saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Wassalamualaikum Wr.Wb

Kamis, 27 April 2017

bagaimana bisa ?

aku berjalan disisi yang berbeda dari lainnya
apa itu salah ?
dan ketika aku merasa telah menemukan
aku semakin masuk kedalamnya
dan yang ku temukan adalah salah
aku tak berniat lagi
saat mimpiku tidak ada didalam jalanmu

kau bukanlah orang yang aku ingin
lalu kenapa jalur yang kulewati harus menjadi korban?
bagaimana bisa?
kenapa aku?
kenapa begitu tidak tepat?
kenapa tidak bisa sempurna?
yang seiring searah setujuan

Jumat, 30 Desember 2016

saat ini 31 desember 2016, aku masih ingat 31 desember 2014 ketika pertama kali kamu kerumahku dengan pertolongan Tuhan. Aku kira kamu akan berubah mencintaiku dan akan bisa mencintaiku. aku masih ingat tanggal 1 januari 2015 kamu berterima kasih padaku karena seharian menemanimu, berjalan-jalan denganmu. segalanya adalah tentangmu. Tahun baru adalah tentangmu. mana bisa aku tidak bisa mencintaimu?

antara kamu dan dia sama saja

hari ini hujan, langit masih saja gelap dan air tidak juga pertanda akan berhenti. udaranya terasa cukup dingin dingin sekali untuk dinikmati sendirian. dari balik cendela air masih bergemericik tiada lelah meski telah lebih dari 1 jam mengguyur. Langit juga masih saja dipeluk awan menghitam. Ah...ini pasti masih lama.
aku menyibukkan diri menikmati gadget dan makanan yang tersaji didepanku. selain itu kamu juga tersaji didepanku, bukan untuk ku makan hanya untuk ku nikmati kehadiranmu saja. Dengan sikap aneh yang penuh teka-teki dirimu mampu membuatku penasaran, hanya sekedar penasaran karena aku tak ingin pembaca menyudutkanku dengan mempersepsikan aku jatuh cinta denganmu. karena kata cinta itu terlalu berat untuk kusampaikan takut kau bukan milikku atau kau ternyata milik yang lain dan kupaksakan untuk diriku sendiri.
kau bermain dengan gadgetmu, aku bermain dengan gadgetku. sesekali kau bercerita dan aku sebagai pendengar tanpa memberikan banyak respon.
terkadang hal ini terlalu membosankan karena aku ingin kamu bercerita tentang kita, tentang cinta kita yang bahkan mungkin masih dalam tanda tanya adakah itu atau hanya fantasiku saja. Apa aku saja yang memiliki "prasangka" ini seperti dimasa laluku.
Sayang, apa kamu tahu aku takut dengan cinta yang hanya berisi isyarat. Aku pernah mendapatkan seperti ini dimasa lalu dan saat aku menyerahkan hatiku tahukah kamu aku hanya dianggap tidak lebih dari seorang teman biasa yang bahkan dimasa depannya akan dicampakkan ketika ia tidak menginginkannya lagi.
Namun jika tidak ada pernah cerita tentang kita janganlah membuat bekas yang tak bisa kuhapuskan dari ingatan orang disekelilingku. sesekali mereka mengingatkanku padamu, pada ke khilafan kita karena menipu banyak orang dengan cinta yang samaa sekali tiada karena kamu tidak pernah menyinggungnya.
Sayang apa kamu tahu aku tak pernah menghubungimu bukan karena aku tidak mencintai sesuatu darimu. hanya saja mungkin untuk kita tidak pernah memiliki harapan itu karena kamu sendiri begitu enggan jika aku menghubungimu, begitu tidak ingin mendapat sapaan dariku, hal ini membuat hatiku menjadi takut menjadi tidak menentu..
  " kamu kenapa?" tanyamu membuyaran lamunanku. aku mengedipkan mata beberapa kali dan mencoba menguasai diri. ah sepertinya fikiranku melayang entah kemana.
  " kenapa kamu tidak segera menikah?" tanyaku tiba-tiba.
 kamu hanya tersenyum menarik nafas kemudian menjawabku.
  " karena aku masih ingin main, jika aku memiliki ikatan mungkin akan sulit untukku pergi jalan-jalan" jawabmu.. aku hanya tersenyum
 " kamu belum tahu jika pergi dengan seseorang yang kamu cintai adalah perjalanan yang seribu kali lebih indah dibandingkan dengan teman-temanmu" jawabku. Sebenarnya aku mengatakan ini karena aku pernah mendapat hadiah dari Tuhan untuk pergi ketempat yang cukup jauh dengan orang yang kucintai. untuk pergi berdua saja. dan itu adalah hadiah yang kutunggu lagi..dan lagi... karena aku begitu mencintai masa lalu yang tak bisa ku genggam lagi.
" mungkin..." jawabnya
" carilah seseorang yang satu visi denganmu, dan kamu bisa mewujudkan pernikahan dan jalan-jalanmu" ucapku. karena aku berharap aku bisa menemukan orang yang seperti itu, untuk mengganti cintaku dimasa lalu. Untuk mengganti dengan dia yang lebih indah. Untuk menukar nafas yang pernah kudengar dari hidungnya yang bahkan sampai saat ini tak bisa kulupakan. Untuk mengganti pelukannya dikala tidur memelukku dan menggenggam tanganku, melindungiku dan memaksaku untuk membeli makan dengannya, Tuhan aku begitu mencintai dia, jika boleh aku ingin menikahinya.. berilah aku jalan entah itu nanti atau beberapa tahun lagi. aku hanya minta percepatlah.
" hei..nglamun lagi" dia membuyarkanku
" ah...,tidak apa-apa. mungkin aku terlalu keterlaluan dalam mencintai"
" kamu bicara apa?" tanyanya.
" ah tidak...,bukan apa-apa!" jawabku. kemudian kamu menarikku lebih dekat denganmu, mendekatkan bibirmu dengan bibirku, aku merasakan jantungku berdetak begitu cepat,aku tidak ingin terjadi tapi aku tidak bisa menghindar, ah,,,aku pun terbangun.



Jumat, 28 Oktober 2016

destiny

setiap kali mendengar pernikahan, hatiku tak pernah merasa bahagia. seolah begitu kecil untuk memiliki mimpi seperti itu. aku merasa itu sebuah mimpi yang begitu sulit untuk diraih. mimpi yang hanya dimiliki oleh mereka yang beruntung dengan pilihan hidupnya. mereka yang beruntung direstui Tuhan dengan orang yang mereka cintai. lalu seandainya aku bisa bicara langsung dengan Tuhan, aku hanya ingin bertanya waktuku akan tiba untuk bahagia. untuk tidak sepi lagi.. untuk tidak sendirian dalam kebimbangan. untuk diraih jemariku, diraih dengan penuh cinta seperti keberuntungan dunia benar berpihak padaku.
aku ini hanyalah sebuah polpen kecil yang tak memiliki kuasa untuk menulis kesebuah karpet yang tebal bukan? apalah dayaku semakin aku ingin menulis..semakin keras pula karpet itu tergores.
seandainya Tuhan menghentikan penderitaan dan rasa sepi ini hari ini, mungkin untuk pertama kalinya aku akan benar-benar tahu apa itu bahagia. seandainya tuhan mempertemukan aku dengan apa yang aku mimpikan selama ini, mungkin untuk pertama kalinya aku akan merasa beruntung seperti gadis mungil lainnya,. tuhan jangan diam, lihat aku.. aku juga butuh Kau..

Rabu, 12 Oktober 2016

around

sudah 2 tahun lamanya berusaha berdiri tanpa cinta, tanpa harapan dan pura-pura bahwa segalanya baik-baik saja. Hanya saja ini semua terasa tiada lebih baik dari 2 tahun yang aku rasa penuh penderitaan. Masih untung dulu aku menangis dan merasa lelah, setidaknya dulu aku masih berharap keajaiban, masih berharap kamu akan mencintaiku pada suatu saat nanti. Meski itu semua hanyalah angan bodoh yang selalu saja terlontar dari mulut mulut manusia waras.
meski 2 tahun ini aku jalani dengan baik-baik saja, tiada orang tahu aku menghindari waktu. Apa kalian tahu rasanya bahwa tidur dan bermimpi adalah lebih baik daripada menghadapi kenyataan. Kalian tidak mengetahui bagaimana manusia tanpa asa, ya diriku ini. Bagaimana menjalani hidup rasanya aku ingin sibuk terus tanpa berusaha untuk tenang berusaha untuk menjalaninya dengan penuh cinta.
Yang kujalani kini hanyalah rasa sepi, sepi tanpa harapan dan keinginan apapun. Aku hanyalah sedang mernjalani kisah yang sepi, yang tiada orang akan datang dan menghapusnya. Mungkin itu semua hanyalah dongeng untukku dan kenyataan bagi sebagian manusia yang beruntung, Kali ini Tuhan sedang mengujiku dengan rasa sepi. Rasa sepi yang entah sampai kapan akan berhenti.
Bagaimana tidak, kemarin aku memiliki mimpi dan berharap Tuhan menyatukanku apa yang Tuhan lakukan? dia merusak seluruh jalan cintaku dan akupun diam.
kemudian aku berharap pada cita-cita lainnya, satu satunya cita cita yang akan membuatku lepas dari rasa ini, lalu tahukah kata Tuhan apa? Tunggu.
dan aku menemukan seseorang yang aku suka, yang begitu cocok untukku. Tuhan menjauhkan dariku, dan Dia bilang Tidak!
kini aku tidak melakukan apapun, tidak satupun, aku berusaha membunuh waktu disaat aku terbangun, dan bermimpi sesukaku saat tidur.
ya aku akan tidur dan bermimpi, seseorang datang padaku dan menggandeng tanganku tanpa diminta dan tanpa aku harus mengemis untuk itu semua.

Jumat, 05 Agustus 2016

AKU, GADIS MURAM, DAN HUJAN


Gadis itu, semenjak 2 tahun yang lalu ia selalu berdiri didekat area parkiran kampus Fakultas pendidikan berdiri dengan pandangan kosong yang dalam. Gadis itu selalu berdiri di bawah hujan.
Aku masih ingat 2 tahun lalu gadis itu selalu menyimpulkan kebahagiaan di tiap sudut bibirnya bersama dengan seorang laki-laki setahun lebih tua darinya. Gadis itu begitu energik dan penuh semangat, itu semua terlihat dari wajahnya yang merona kemerahan. Tapi beberapa bulan setelah itu simpul kebahagiaan berubah menjadi kemuraman yang entah kapan akan berakhir.
Hari itu sebelum kemuraman memeluk tubuhnya, dia bertengkar dengan seorang pria yang sering bersamanya tersebut. Gadis itu tidak mengatakan apapun dia hanya terdiam menahan amarah, menampar si pria kemudian berlalu dari hadapannya.
            “ aku sudah muak denganmu. Kamu gadis yang egois mementingkan kebahagiaanmu sendiri dan menjadi orang merasa paling menderita sendirian!” teriak si pria juga menahan amarahnya.Gadis tersebut berhenti, kemudian berbalik arah.
            “ yah, aku mungkin memang menjadi orang yang seperti kamu gambarkan. Tapi asal kamu tahu suatu saat nanti aku memang merasa menderita sendirian. Orang-orang yang begitu ku sayangi hanya menjadi duri dalam daging dan mengiris perih tanpa tahu rasa terimakasih. Termasuk kamu!” gadis itu pun berbalik arah dan pergi meninggalkan si pria.
            Yah.. itu adalah kenangan yang tak bisa kulupakan dari si gadis tersebut. Namun entah kenapa sigadis ini selalu berdiri tanpa berkata apapun, seperti mengingat sesuatu tapi tak sampai dia ingat mendadak merintih kesakitan di kepalanya.
***
            Untuk apa aku disini? Kenapa setiap kali hujan datang, aku selalu merasa ingin disini?apa yang terjadi disini hingga membuatku tak ingin beranjak. Apa dia masih mengingat tempat ini? Atau hanya aku saja yang terpaku menantinya.
            Begitu banyak pertanyaan dalam benakku hingga terkadang membuat buih di mulutku menumpuk, otakku menjadi kram dan akhirnya sakit itu datang. 2 Tahun lalu begitu menjadi memori terburuk yang ingin ku hapus saja bahkan nama mereka berdua tak perlu ku mengingat. Apa ini tandanya terlalu cinta sampai-sampai membuatku hampir amnesia. Mulai 2 tahun yang lalu setiap ingin mengingat sesuatu aku harus menuliskannya di buku harianku dan mataku yang sakit menjadi saksi bisu kecewa terhadapmu sementara hati yang mati adalah sejarah dimana kekecewaan yang kamu beri terlalu sempurna.
            Mengapa kamu menghukumku karena gadis yang biasa ku sebut sebagai – sahabatku – itu. Tahukah kamu dia mencuri senyum dan tawa yang biasa ku ukir dibibirmu. Aku tahu aku tidak punya hak untuk mengaturmu, tapi kedekatan kalian membuatku cemburu. Kamu harus tahu, gadis yang kusebut sebagai sahabat dulunya sekarang sudah bahagia. Aku hanya ingin kamu dan aku mengukir senyum berdua bersama tanpa adanya dia. Sementara penghianatan kalian begitu sempurna. Hanya demi dia, kamu berani membentakku kasar dan membuatku terasa tak berharga. Ketahuilah sayang, aku yang selalu terjaga disaat kamu sakit. Aku selalu jadi yang pertama disaat kamu merasa kesulitan. Kulakukan semua hanya demi memudahkanmu dan kau lakukan hal-hal untuk menyulitkanku. Argh.. biarkan Tuhan membuatku melupakan siapa kalian dan harapku agar Tuhan menjadi sesuatu yang adil untuk membalas sakit yang kurasakan hingga hari ini. Sakit yang membuat memori otakku menjadi lemah dan terganggu.
***
            Gadis muram ini begitu setia kepadaku. Gadis ini selalu menantiku ketika aku akan datang. Biasanya gadis ini bercengkrama dengan sahabatku si awan, dia menceritakan kalau dia merindukan pria yang begitu dia cintai, pria yang membuatnya mencintainya lebih dari apapun. Si awan selalu menyampaikan cerita gadis ini padaku. Aku tersenyum. Awan bilang gadis muram ini begitu menyukaiku, karena di setiap hujan selalu ada Ra dan In, entah apa maksud gadis muram ini. Saat hujan dia bilang selalu bersama pria yang dicintainya, menghabiskan waktu berdua menunggu hujan. Meski kadang kulihat pria ini tak begitu nyaman bersamanya,hanya saja pria ini menyayanginya sebatas sebagai sahabatnya. Namun si gadis muram ini mencintainya begitu besarnya.
            Hari itu aku spesial datang untuk gadis muram ini dan si pria yang dia cintai tersebut. Ah.. kecewanya aku, gadis itu tidak lagi mengukir senyum di wajahnya bercengkrama bersama pria itu. Mereka berdua malah bersitegang dengan kebenaran masing-masing. Aku semakin deras membanjiri mereka berharap percekcokan itu segera berakhir. Nyatanya tidak. Pria itu malah mengatakan sesuatu yang begitu menyakiti hati si gadis muram ini. Dia bilang gadis muram ini egois hanya memikirkan dirinya. Seandainya si pria itu tahu, gadis ini begitu polos mencintainya tanpa memikirkan apapun yang menyakitinya. Hai awan, hai surya bantu aku untuk pergi dari sini. Muncullah kalian agar aku tak berlama-lama melihat pemandangan menyakitkan ini. Gadis muram ini bisa hancur kalau terus seperti ini. Rasa sakitnya begitu terlihat dimatanya, meski aku terus mengucurkan air agar air matanya tak terlihat di hadapan pria yang dicintainya tersebut. Oh..gadis muram semoga kamu tetap ingat padaku dan tetap menyukaiku. Meski dibawahku lah kalian berpisah satu sama lain.
***
            Aku menjadi saksi bisu cerita si gadis muram ini, bagaimana tidak mereka selalu menghabiskan waktu di sini ditempatku tidak jauh berdiri. Aku tahu betul apa yang sering mereka bicarakan. Gadis muram itu dulu sering kusebut sebagai gadis periang yang diam-diam menyimpul senyum untuk pria yang dicintainya saat bercerita. Kadang mereka bercanda sambil bersitegang sebentar kemudian membahas cerita yang menarik bagi si pria.
            Yah mungkin ini memanglah takdirku yang selalu berdiri kokoh sebagai pohon besar di dekat parkiran fakultas pendidikan, gadis muram itu kini tetap muram menanti hujan, bercerita dengan awan dan terkadang matanya berkaca-kaca.
                                                                                   

Oleh : Inke